AGAM/BUKITTINGGI

Selasa, Agam Tertinggi Penambahan Kasus Covid-19 di Sumbar, Klaster Baralek jadi Biang Kerok

0
×

Selasa, Agam Tertinggi Penambahan Kasus Covid-19 di Sumbar, Klaster Baralek jadi Biang Kerok

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO
Hingga Selasa (1/9), kasus pasien positif virus corona (Covid-19) melejit di Kabupaten Agam, melejit. Ini menjadi kasus tertinggi di Sumbar. Dikonfirmasi, warga Agam yang positif Covid-19 bertambah sebanyak 33 orang, sehingga total akumulatif 149 orang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Agam Tri Pipo menyebutkan, hingga Selasa jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Agam mengalami penambahan sebanyak 33 pasien. “Sebanyak 33 warga Agam yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 tersebut antara lain 14 warga berasal dari Kecamatan Palembayan, Matua 13 orang dan di Kecamatan IV Koto sebanyak 6 orang,” ujar Tri Pipo.

Dikatakan Tri Pipo, peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Agam ini termasuk dipicu acara resepsi pernikahan (baralek-red). ”Klaster hajatan baralek ini membentuk klaster baru penyebaran Covid-19 terbesar di Kabupaten Agam. Sebanyak 14 dari 33 kasus positif pada Selasa (1/9), didominasi hasil tracing dari Kluster baralek di Kecamatan Palembayan,” ujar Tri Pipo.

Baca Juga  Bupati Agam  Tabuh Turnamen Ikaba Cup I -2022, Dukung Visi dan Misi Daerah, Wujudkan Prestasi

Dikatakan, klaster baru penyebaran Covid-19 di Kecamatan Palembayan ini terbentuk saat ada warga yang menggelar resepsi pesta pernikahan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

Karena semakin tingginya penambahan angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Agam, yang penyebarannya dominan berasal dari klaster kegiatan hajatan pesta perkawinan, mulai Selasa (31/8) Bupati Agam Indra Catri keluarkan Instruksi Bupati Agam Nomor 3 Tahun 2020 tentang penghentian sementara kegiatan pesta perkawinan dan kegiatan hiburan atau panggung terbuka. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga  DPRD-Pemkab Agam Sepakati Ranperda PDAM Tirta Antokan jadi Perda

Menurut Indra Catri, jika masyarakat mau mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan, masyarakat bisa hidup berdampingan Covid-19 tanpa tertular. “Jika ini dijalankan saya rasa kita akan terhindar dari penularan virus Covid-19 ini,” tutur Indra Catri. (pry)