TANAHDATAR, METRO
Di hari pertama, sekitar 30 orang pecandu mancing berlomba mendapatkan ikan terbanyak di sungai larangan Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanahdatar, Sabtu (22/8).
Sungai larangan dibuka selama 2 hari dengan uang pendaftaran Rp50.000 per orang, dana terkumpul akan dimanfaatkan untuk kegiatan pemuda serta pelestarikan lingkungan area sungai.
Setiap pemancing mania yang datang diwajibkan juga mematuhi protokol kesehatan dengan memeriksakan suhu tubuh, menjaga jarak dan memakai masker.
Wakil Bupati Tanahdatar H. Zuldafri Darma, mengapresiasi masyarakat Nagari Atar yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba mancing dengan mempedomani protokol kesehatan pandemi Covid-19.
“Di kegiatan ini pemancing mania tentu merasakan sensasi unik saat memancing, secara tidak langsung memberikan energi positif kepada diri sendiri sehingga menguatkan sistim kekebalan tubuh guna melawan segala penyakit di tengah pandemi covid-19 yang sedang dihadapi saat ini,” ujar Wabup Zuldafri didampingi Ketua Iwatar Nusantara H. Yusparman.
Sementara Wali Nagari Halyu Pardi mengatakan, ikan di sungai larangan dijaga dan dibesarkan dengan melibatkan masyarakat sekitar, ikannya pun beragam, mudah-mudahan dapat dinikmati para pemancing mania,” ujar Halyu Pardi.
Terkait penerapan protokol kesehatan, Wali Nagari Halyu Pardi mengatakan beberapa petugas ditempatkan di beberapa lokasi termasuk akses sebelum memasuki lokasi pemancingan.
Wali Nagari Halyu Pardi menambahkan kesuksesan acara itu pun berkat kerjasama berbagai pihak seperti perantau, tokoh masyarat, pemuda dan pihak terkait lainnya. (ant)





