PADANG, METRO
Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot) ditemukan tewas tergantung di dalam kamar rumahnya di Koto Lalang, Nomor 3 RT 001 RW 001, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (22/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Kontan saja, kejadian itu membuat heboh masyarakat setempat.
Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Edriyan Wiguna mengatakan, korban bernama Dasrul alias Oyong (43) pertama kali ditemukan tewas tergantung oleh keponakannya yang hendak mengambil piring sisa makan dari korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda luka aniaya.
“Awalnya sekitar pukul 08.00 WIB, keponakan korban mengantar makanan untuk korban dan masih sempat berbicara dengan korban sebelum keponakannya tersebut kembali pulang. Sekitar pukul 11.00 WIB, keponakan tersebut kembali kerumah korban yang jaraknya tidak berjauhan untuk mengambil piring bekas makan korban,” kata AKP Edriyan Wiguna.
Ditambahkan Kompol Edriyan, saat keponakan korban masuk kedalam kamar, ia mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di samping tempat tidur. Melihat hal tersebut saksi melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya dan kakaknya di rumah. Warga yang mengetahuipun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat temuan tersebut.
“Selanjutnya ponakan korban bersama kakaknya memotong tali yang terikat di leher korban dan meletakkan korban diatas tempat tidur. Sementara itu warga lainnya memeberitahukan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 12.45 WIB personel polsek Lubuk Kilangan yang disusul anggota unit Identifikasi Polresta Padang datang ke lokasi untuk melakukan visum luar terhadap korban,” jelas Edriyan.
Dari hasil olah TKP, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan dan ditemukan pada kemaluan korban mengeluarkan sperma dan veses di dubur korban. Dari hasil pemeriksaan itulah, diduga kuat korban meninggal murni akibat bunuh diri.
“Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan menerima kematian korban dan meminta pihak kepolisian untuk tidak melakukan visum luar maupun visum dalam terhadap korban serta tidak akan menuntut pihak Kepolisian dikemudian hari. Selanjutnya korban dibawa oleh keluarga ke rumah orang tunya untuk dikebumikan,” tutup Edriyan. (r)





