SAWAHAN, METRO
Perayaan HUT Kota Padang ke-351 pada Jumat (7/8) digelar secara sederhana, tapi tak menghilangkan makna peringatan tersebut. Momentum Hari Jadi Kota Padang digelar dengan cara berbeda. Ditengah pandemi Covid-19, tak ada euforia hingga parade bunga.
Perayaan sederhana ini ditayangkan secara live lewat virtual dan di media sosial. Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani mengharapkan pemko agar terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat sebagai upaya memajukan Kota Padang dan bisa bersaing dengan daerah lain.
“Peringatan Hari Jadi Kota Padang ditengah kondisi pandemi Covid-19, tentunya ada hal berbeda. Ada hal teknis terkait protokol kesehatan hingga digelar virtual yang harus dipatuhi, tidak masalah. Yang penting maknanya, bagaimana usaha mewujudkan cita-cita pendiri Kota Padang,” katanya.
Ia menjelaskan, bahwa di usia ke-351 tahun ini, Kota Padang harus bergerak dinamis, penuh percaya diri memasuki perubahan yang terjadi di masa depan. Pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan ditingkatkan. Serta ketidaknyamanan masyarakat dihilangkan seperti kemacetan, banjir, dan lainnya.
Ia mengajak, semua elemen masyarakat untuk bangkit bersama dari keterpurukan akibat pandemi. “Optimis membangun kembali, untuk mengembangkan usaha dan investasi yang dapat mendukung kemajuan perekonomian bagi warga Kota Padang,” ungkapnya.
Kota Padang harus siap dengan kondisi apapun, termasuk digelar HUT saat pandemi Covid-19. “Alhamdulillah diselenggarakan dengan pembatasan, sesuai protokol kesehatan. Walaupun dilakukan dengan keadaan sangat sederhana, namun tidak mengurangi khidmat dan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan duka cita mendalam pada seluruh keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pandemi ini merupakan cambukan baginya. Ia berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk warganya. “Saat ini sebagian saudara-saudara, termasuk tenaga medis tidak dapat bersama lagi,” paparnya.
Untuk itu, atas nama Pemko Padang, ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban Covid-19. “Kenyataan pahit ini, harus di hadapi dan menjadi cambuk untuk menghadapi pandemi COVID-19. Di mana upaya preventif akan lebih didahulukan dari pada kuratif,” imbuhnya.
Ia pun mengajak, masyarakat berdisiplin dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara rutin, juga memakai masker di tempat umum. Serta menjaga jarak dalam berinteraksi atau social distancing.
“Disamping itu, harus meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, termasuk minum vitamin dan ramuan rempah atau empon-empon. Serta berjemur di bawah sinar matahari setiap,” tukasnya. (ade)





